"Ya Tuhanku, berilah aku seorang anak yang baik dari sisi Engkau.
Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa"
Rabu, 12 November 2008
Memohon Keturunan (Doa Nabi Zakariya, a.s.)
Artinya :
Q. S. Ali Imran, 3 : 38
Selasa, 11 November 2008
Diberi Keluarga yang Baik
Artinya :
Q.S. Al Furqan : 74
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami
istri-istri dan keturunan yang menyejukkan hati kami
dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa"
Hanya Titipan
Seringkali aku berkata,
Ketika orang memuji milikku,
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
Bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
Bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
Bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
Bahwa putraku hanya titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa,
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak rumah,
Lebih banyak popularitas
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku"
dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah . .
(WS. RENDRA)
Ketika orang memuji milikku,
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
Bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
Bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
Bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
Bahwa putraku hanya titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa,
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak rumah,
Lebih banyak popularitas
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku"
dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah . .
"Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan
sama saja"
Rabu, 05 November 2008
????
Sedih.. Pengen nangis..
Orang yang tidak mengenal diri sendiri memang ga akan tau apa yang sedang terjadi, apa yang ingin dilakukan, apa yang seharusnya dilakukan..
Orang yang tidak pandai bersyukur, tanpa Allah azab pun, dia telah menyiksa dirinya sendiri..
Orang yang tidak bersabar, apapun yang dilakukan dan dialami tidak akan bernilai bagi diri sendiri, apalagi bagi orang lain..
Kedewasaan bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari, ia datang berdasarkan pengalaman dan pemahaman diri atas apa yang telah dijalani.. Siapa yang mengambil pelajaran/hikmah dalam hidup, maka ia yang akan lebih dulu mendapat kedewasaan itu..
Mengapa orang lain bisa, aku ga bisa??
Semua bahasa menjadi keputusasaan, bukan harapan..
Cahaya itu muncul remang-remang, dan aku sendiri yang memadamkannya..
Hati itu mulanya seperti selembar kertas putih, lalu kuberi titik dosa sedikit. Ketika kusadari titik-titik itu telah menutupi sebagian besar hati.. Lalu ada yang berbisik,
Mendengar itu, tidak berbuat apa-apa.. Malah tambah asyik dengan diri sendiri..
Ya Allah, tolonglah aku..
Genggamlah tanganku.. dan peluklah hatiku.. benamkan dalam cinta kepada-Mu..
Orang yang tidak mengenal diri sendiri memang ga akan tau apa yang sedang terjadi, apa yang ingin dilakukan, apa yang seharusnya dilakukan..
Orang yang tidak pandai bersyukur, tanpa Allah azab pun, dia telah menyiksa dirinya sendiri..
Orang yang tidak bersabar, apapun yang dilakukan dan dialami tidak akan bernilai bagi diri sendiri, apalagi bagi orang lain..
Kedewasaan bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari, ia datang berdasarkan pengalaman dan pemahaman diri atas apa yang telah dijalani.. Siapa yang mengambil pelajaran/hikmah dalam hidup, maka ia yang akan lebih dulu mendapat kedewasaan itu..
Mengapa orang lain bisa, aku ga bisa??
Semua bahasa menjadi keputusasaan, bukan harapan..
Cahaya itu muncul remang-remang, dan aku sendiri yang memadamkannya..
Hati itu mulanya seperti selembar kertas putih, lalu kuberi titik dosa sedikit. Ketika kusadari titik-titik itu telah menutupi sebagian besar hati.. Lalu ada yang berbisik,
"Sesungguhnya dzikir kepada Allah, dapat mengobati penyakit hati.."
Ya Allah, tolonglah aku..
Genggamlah tanganku.. dan peluklah hatiku.. benamkan dalam cinta kepada-Mu..
Jatuh Cinta
Orang yang sedang jatuh cinta, logikanya selalu terbalik. Apa yang berat terasa ringan, apa yang sebentar terasa lama dan yang lama terasa sebentar.
Begitupun orang yang cinta kepada Allah, SWT. Ia merasa ringan beribadah, rindu baitullaah, nikmat membaca Al Qur'an dan bahkan menyongsong kematian dengan tersenyum.
Ciri Cinta Sejati ada tiga, yaitu :
1. Lebih suka berduaan dengan yang dicintai daripada dengan yang lain
2. Lebih suka berbicara dengan yang dicintai daripada dengan yang lain, dan
3. Lebih suka mengikuti kehendak yang dicintai daripada kehendak sendiri atau kehendak orang lain.
Orang yang sedang jatuh cinta cenderung sering menyebut nama yang dicintai, dan bahkan merasa nikmat diperbudak olehnya.
Doa orang yang cinta kepada Khaliqnya :
Begitupun orang yang cinta kepada Allah, SWT. Ia merasa ringan beribadah, rindu baitullaah, nikmat membaca Al Qur'an dan bahkan menyongsong kematian dengan tersenyum.
Ciri Cinta Sejati ada tiga, yaitu :
1. Lebih suka berduaan dengan yang dicintai daripada dengan yang lain
2. Lebih suka berbicara dengan yang dicintai daripada dengan yang lain, dan
3. Lebih suka mengikuti kehendak yang dicintai daripada kehendak sendiri atau kehendak orang lain.
Orang yang sedang jatuh cinta cenderung sering menyebut nama yang dicintai, dan bahkan merasa nikmat diperbudak olehnya.
Doa orang yang cinta kepada Khaliqnya :
Allaahumma Rahmataka arju fa laa takilni ilaa nafsi
tharfata 'ainin yaa Arhamar Raahimiin
(Ya Allah, hanya kasih sayang-Mu yang kudambakan,
jangan Engkau biarkan aku menentukan sendiri kemauanku,
walau hanya sekejap mata,
Wahai Allah, Kekasihku..)
Langganan:
Postingan (Atom)